Cirebon - Dalam peringatan Natal 2025, Polsek Beber aktif melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap potensi tindakan melanggar hukum, khususnya radikalisme dan terorisme, yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sambang dialogis kepada para tukang ojek yang berada di pertigaan Durajaya.
Kegiatan sambang tersebut bertujuan untuk menjalin komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran para tukang ojek tentang pentingnya menjaga keamanan hari raya Natal. Dalam dialog tersebut, petugas kepolisian mengajak para tukang ojek untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan dan melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni SIK. SH. MH dari tempat berlainan melalui Kapolsek Beber Iptu M. Yusuf Ariandi SH menyampaikan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan mencegah terjadinya tindakan radikalisme dan terorisme. “Kami berharap sinergi yang terjalin dengan masyarakat, terutama para tukang ojek yang setiap hari berinteraksi dengan banyak orang, dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan Natal ini.” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolsek juga mengimbau agar para tukang ojek dan masyarakat luas selalu waspada serta tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal yang dapat merusak kebhinekaan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Kegiatan sambang dialogis ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Pengamanan Natal 2025 yang dilaksanakan secara terpadu oleh jajaran Polsek Beber dan elemen masyarakat demi menciptakan suasana tenang dan aman di wilayah hukum Polsek Beber.

Panji Rahitno