CIREBON – Suasana berbeda terasa di Pos Pelayanan Polresta Cirebon KM 229 B, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/12/2025). Di tengah padatnya arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, alunan gitar dan nyanyian lembut terdengar mengalir, mencairkan lelah para pemudik yang sedang beristirahat.
Sosok di balik petikan gitar itu adalah Kapolsek Waled, AKP Mochamad Fadholi, S.H. Masih mengenakan seragam dinas, ia berkeliling area pos pelayanan sambil bernyanyi, menyapa satu per satu masyarakat yang singgah di rest area. Didampingi Kepala Pos Pelayanan (Pa Posyan) AKP Agus Hermawan, kehadirannya menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.
Dengan petikan jari yang sederhana namun tulus, AKP Mochamad Fadholi menghadirkan suasana syahdu. Senyum lepasnya dan suara merdu yang mengalun membuat para pemudik, termasuk anak-anak, tampak gembira. Beberapa pengunjung terlihat ikut bernyanyi, sementara yang lain memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
AKP Mochamad Fadholi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan rasa aman sekaligus nyaman kepada masyarakat selama perjalanan libur Nataru.
“Ini bagian dari tugas kepolisian. Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dan senang selama perjalanan liburan Natal dan Tahun Baru 2025, ” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan bernyanyi dan menghibur ini menjadi salah satu inovasi pelayanan agar masyarakat tidak hanya merasa dilayani, tetapi juga diperhatikan secara humanis.
“Ini inovasi kami dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan liburan Nataru 2025, ” tambahnya.
Salah satu pemudik, Sani asal Subang, mengaku terkesan dengan cara polisi menghibur masyarakat. Menurutnya, pendekatan seperti ini membuat suasana menjadi lebih santai, terutama bagi anak-anak.
“Seru sekali. Anak-anak jadi tidak takut lagi sama polisi. Malah senang, ikut tepuk tangan, ” ujarnya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan Iryanto Marpaung, pemudik asal Bandung. Ia menilai, apa yang dilakukan petugas sangat berdampak positif, khususnya bagi anak-anak yang biasanya masih merasa canggung atau takut saat melihat polisi.
“Tadi anak-anak kelihatan senang, ikut tepuk tangan. Artinya secara psikologis mereka sudah nyaman. Ini pendekatan yang bagus, menghibur tapi tetap memberi rasa aman, ” katanya.
Di tengah hiruk-pikuk perjalanan dan padatnya arus lalu lintas, alunan gitar dari seorang polisi di Pos Pelayanan KM 229 B menjadi pengingat bahwa kehadiran aparat tak hanya soal pengamanan, tetapi juga tentang sentuhan kemanusiaan yang mampu menghadirkan senyum di perjalanan liburan.

Panji Rahitno