CIREBON - Guna mengantisipasi potensi kejahatan dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang dan selama akhir pekan, Kapolsek Lemahabang Polresta Cirebon, Kompol Dr. Yuliana, SAB., M.SI., telah menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan. Perintah tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang dipimpin langsung oleh Kanit Samapta Polsek Lemahabang, AKP Ade Thomas. Kegiatan patroli skala besar ini dilaksanakan dengan menyisir seluruh wilayah hukum Polsek Lemahabang pada Sabtu malam (14/02/2026).
Polri, sebagai garda terdepan penjaga Kamtibmas, senantiasa berupaya keras menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat. Sinergitas dan kemitraan yang solid antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan menjadi kunci terwujudnya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Dalam pelaksanaan KRYD tersebut, personel Polsek Lemahabang berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta beberapa botol minuman keras. Barang bukti tersebut kemudian diamankan ke Mapolsek Lemahabang untuk proses lebih lanjut.
AKP Ade Thomas menyatakan, “Saat ini situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Lemahabang relatif cukup aman, tetapi kita tidak boleh lengah atau terlena dengan keadaan ini. Justru kita harus lebih waspada dan peka terhadap situasi dan kondisi yang senantiasa berubah tanpa kita sadari.” Pernyataannya menekankan pentingnya kewaspadaan proaktif dalam menjaga keamanan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Lemahabang, Kompol Dr. Yuliana, menambahkan bahwa operasi cipta kondisi KRYD ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. “Operasi ini menyasar penyakit masyarakat seperti judi, miras, dan sajam. Sekaligus merupakan upaya preemtif, preventif, dan represif dalam mencegah kejahatan jalanan seperti curas, curat, dan terutama tawuran geng motor, ” jelas Kompol Dr. Yuliana. Beliau juga menegaskan bahwa salah satu sasaran utama dalam operasi ini adalah sepeda motor berknalpot bising, yang kerapkali diidentikkan dengan geng motor dan menjadi pemicu keributan atau tawuran.

Panji Rahitno