Polsek Losari Antisipasi Perang Sarung Ramadhan

    Polsek Losari Antisipasi Perang Sarung Ramadhan

    Losari - - Guna memastikan kelancaran dan ketertiban selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Polsek Losari Polresta Cirebon secara proaktif menggelar sosialisasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kecamatan Losari, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini juga mencakup pemetaan wilayah rawan terjadinya aksi perang sarung, sebuah inisiatif penting untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar situasi tetap kondusif.

    Acara yang dilaksanakan di Mako Polsek Losari pada Minggu (22/02/2026) ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Losari, Akp Sugiono, SH, MH. Ia menyampaikan bahwa pemetaan daerah rawan perang sarung didasarkan pada hasil evaluasi patroli dan pengamanan Ramadhan tahun sebelumnya. Berdasarkan data tersebut, Desa Panggang Sari teridentifikasi sebagai salah satu wilayah yang kerap menjadi titik awal terjadinya informasi perang sarung dan memerlukan perhatian khusus karena dinilai berpotensi terjadi aksi berkelanjutan.

    Meskipun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa pengawasan tidak akan difokuskan hanya pada satu desa. Seluruh wilayah hukum Polsek Losari tetap menjadi prioritas patroli untuk mencegah potensi gangguan keamanan. Polisi berkomitmen untuk segera menindaklanjuti setiap laporan dan informasi yang diterima dari masyarakat guna mencegah terjadinya aksi yang meresahkan.

    Perang sarung, yang kerap mewarnai suasana Ramadhan, dinilai bukan sekadar permainan belaka. Aktivitas ini berpotensi memicu tawuran antar kelompok remaja dan membahayakan keselamatan warga. Dalam beberapa kasus, ditemukan adanya benda keras seperti batu yang disisipkan ke dalam sarung, yang dapat menyebabkan luka serius pada lawan saat diayunkan. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko cedera serius dan potensi konflik yang lebih luas.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polsek Losari bersama Forkopimda Kecamatan Losari telah meningkatkan intensitas patroli, terutama pada malam hingga dini hari. Pengawasan diperketat di titik-titik yang dianggap rawan, termasuk kawasan permukiman padat dan area yang sering menjadi tempat berkumpulnya remaja. Patroli ini akan dilakukan secara rutin dan menyasar waktu-waktu setelah salat Tarawih hingga menjelang waktu sahur.

    Pelaksanaan pengamanan ini tidak dilakukan sendiri oleh kepolisian. Patroli akan melibatkan unsur gabungan dari Forkopimda Kecamatan Losari. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat lini pengamanan serta memberikan efek pencegahan yang lebih maksimal selama bulan Ramadhan. Selain fokus pada perang sarung, aparat juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas lainnya. Penggunaan petasan tanpa izin, aksi penjambretan, hingga pencurian kendaraan bermotor menjadi perhatian serius. Langkah-langkah ini diambil demi memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

    Di tingkat desa, Bhabinkamtibmas telah diinstruksikan untuk aktif melakukan sosialisasi kepada warga. Mereka akan berkeliling menyampaikan imbauan terkait aturan selama Ramadhan, khususnya kepada kalangan remaja, agar tidak terlibat dalam aktivitas berisiko yang dapat mengganggu ketertiban umum.

    polsek losari ramadhan perang sarung cirebon keamanan forkopimda
    Panji Rahitno

    Panji Rahitno

    Artikel Sebelumnya

    Polsek Depok Patroli Stasioner Cegah Kejahatan...

    Artikel Berikutnya

    Polsek Kaliwedi Pererat Warga Lewat Patroli...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional

    Ikuti Kami