Wakapolda Jabar Beri Arahan kepada Personel Ditresnarkoba Polda Jabar

    Wakapolda Jabar Beri Arahan kepada Personel Ditresnarkoba Polda Jabar
    Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar S.I.K., M.Hum., M.S.M memberikan arahan kepada personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar pada Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Aula Lantai 4 Dit Lantas Polda Jabar. Waka Polda Jabar mengatakan bahwa Polda Jawa Barat bersama Polres Bogor,   berhasil  mengungkap sebuah laboratorium clandestine  produksi narkoba jenis tembakau sintetis di perumahan wilayah babakan madang, sentul, kabupaten bogor,   Dimana barang bukti yang diamankan seberat 1, 16 ton pada tahun lalu. Keberhasilan tersebut bukan sekadar angka dalam statistik, melainkan bukti nyata bahwa Kepolisian adalah benteng terakhir yang menyelamatkan generasi muda kita dari kehancuran. "Integritas dan profesionalisme yang dijaga  di lapangan adalah napas bagi kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri yang kita cintai ini”, ujarnya.  Wakapolda Jabar menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta keteladanan anggota Ditresnarkoba sebagai garda terdepan dalam penanganan tindak pidana narkotika. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal Kepolisian. “Sebagai aparat penegak hukum yang menangani kasus narkotika, personel Ditresnarkoba harus bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Integritas adalah harga mati." tegasnya. Pada kegiatan tersebut Wakapolda Jabar  memberikan beberapa penekanan penting, yaitu : 1.penguatan integritas dan ideologi anggota• zero tolerance: tidak ada ruang bagi "pengkhianat dalam selimut".• kembali ke sumpah jabatan: ingat bahwa seragam dan jabatan di ditresnarkoba adalah amanah negara 2.pengawasan melekat (waskat) dan sistem berjenjang• audit operasional mendadak: pimpinan mid-level agar melakukan pemeriksaan rutin dan acak terhadap administrasi penyidikan• Tanggung jawab berjenjang: setiap kanit dan kasubdit bertanggung jawab atas perilaku anggotanya. 3.pemutusan rantai hubungan terlarang dengan bandar• pembatasan interaksi non-formal: melarang keras personel melakukan pertemuan di luar kepentingan kedinasan• monitoring gaya hidup (lifestyle): pimpinan wajib memantau jika ada anggota yang memiliki gaya hidup mewah (hedonisme) 4.mitigasi internal dan deteksi dini• tes urine/rambut mendadak:• melakukan tes urine atau tes folikel rambut secara berkala dan acak• sistem whistleblowing: membuka kanal pengaduan internal yang aman bagi anggota untuk melaporkan jika melihat rekannya mulai menyimpang 5.Profesionalisme dalam penanganan barang bukti• digitalisasi barang bukti: memperketat pengamanan gudang barang bukti dengan pengawasan cctv 24 jam• transparansi pemusnahan: memastikan setiap pemusnahan barang bukti dilakukan secara transparan dan terdokumentasi Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polda Jabar dalam menjaga kepercayaan masyarakat

    wakapolda jabar polda jabar
    Panji Rahitno

    Panji Rahitno

    Artikel Sebelumnya

    Polsek Gebang Patroli Dialogis di Gebang...

    Artikel Berikutnya

    Kapolri Hadiri Puncak Resepsi Milad PUI...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ops Pekat Lodaya 2026, Polsek Beber Polresta Cirebon Gelar Razia Miras Selama Bulan Ramadhan
    Tingkatkan Diplomasi Militer, Panglima TNI Terima Kunjungan Kerja Dubes LBBP RI Untuk Republik Islam Pakistan
    Rakorops TNI TA 2026 Perkuat Kesiapan Operasi dan Tegaskan Jati Diri Prajurit di Era Modern
    Pasipers Kodim Klungkung Hadiri Rapat Persiapan HUT RI ke-81
    Danramil Hadiri Musrenbang Kecamatan Banjarangkan

    Ikuti Kami