CIREBON — Personel piket SPKT Polsek Waled, jajaran Polresta Cirebon, secara proaktif melaksanakan kegiatan pengecekan debit air di Bendungan Surakatiga pada Sabtu (14/2/2026) siang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya antisipasi dini terhadap potensi luapan Sungai Ciberes yang melintasi wilayah hukum Polsek Waled.
Pengecekan yang berlangsung sekitar pukul 13.20 WIB di wilayah Desa Ciuyah, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, ini bertujuan untuk memastikan kondisi keamanan dan kesiapan infrastruktur pengatur air. Dari hasil pemantauan di lokasi, ketinggian debit air tercatat stabil pada angka sekitar 40 sentimeter, yang secara umum masih berada dalam kategori normal dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda peningkatan yang mengkhawatirkan.
Kegiatan pemantauan tersebut dipimpin langsung oleh AIPDA Firman selaku Ps. Ka SPKT I, didampingi oleh BRIPKA Lungguh dan BRIPKA Nanang yang bertindak sebagai anggota piket SPKT I. Selain melakukan pengukuran debit air secara cermat, petugas juga memberikan perhatian khusus pada kondisi tanggul serta kelancaran aliran sungai. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dan mengeliminasi potensi kerawanan banjir yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar bantaran sungai.
Menindaklanjuti laporan dari lapangan, Kapolresta Cirebon melalui laporan resmi yang disampaikan kepada Polda Jabar mengonfirmasi bahwa situasi di lokasi bendungan terpantau aman dan kondusif. Hingga saat pengecekan dilakukan, tidak ditemukan adanya indikasi peningkatan debit air yang membahayakan, memberikan rasa lega bagi pihak kepolisian dan masyarakat setempat.
Kegiatan monitoring rutin seperti ini merupakan elemen krusial dari strategi preventif yang dijalankan oleh kepolisian, terutama dalam menghadapi periode musim penghujan. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memantau kondisi alam, tetapi juga untuk memastikan bahwa keselamatan masyarakat di wilayah hukum Polsek Waled senantiasa terjaga dari potensi bencana banjir. Dengan adanya pengecekan berkala, diharapkan setiap potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini, memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan debit air secara signifikan.

Panji Rahitno