Sebuah silaturahmi sederhana menjadi awal terbangunnya kolaborasi besar antara Polri dan pondok pesantren di Kabupaten Garut. Pondok Pesantren Al Ghoniyah, yang sebelumnya sempat memiliki perbedaan pandangan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa kunjungan anggota Polda Jabar ke Pesantren Al Ghoniyah dilakukan sebagai upaya membangun komunikasi dan merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren, untuk bersama-sama menyukseskan Program MBG. "Kami datang untuk bersilaturahmi, berdialog, dan menyamakan visi. Program MBG ini tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan semua pihak, termasuk pesantren yang selama ini punya peran besar dalam membina generasi bangsa, ” ujar Kombes Hendra, Selasa (3/2/2026) Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menjelaskan, kolaborasi yang ditawarkan adalah pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang nantinya akan melayani kebutuhan gizi santri serta masyarakat di sekitar pesantren. Sementara KH Jujun mengungkapkan bahwa Pihaknya terbuka terhadap masukan dan memilih bermusyawarah. "Pada prinsipnya kami ingin semua langkah yang diambil membawa kemaslahatan. Karena itu, kami bermusyawarah dan meminta arahan para ulama, termasuk Ketua MUI Kabupaten Garut, ” katanya. Setelah melalui proses tersebut, seluruh pihak sepakat mendukung Program MBG. Kesepakatan itu ditandai dengan rencana pendirian dapur SPPG di salah satu fasilitas milik Pesantren Al Ghoniyah, dengan tema “Bagi Bangsa ini Polri dan Pondok Pesantren berdiri bersama mendukung program MBG dalam upaya mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.” Lokasi dapur telah mendapatkan persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN), dengan lahan seluas 2.555 meter persegi dan bangunan dapur seluas 415 meter persegi.
polrestacirebon

Panji Rahitno